MATARAM - Senin (9/10) pagi, sekitar 5.000 orang menumpang truck mendatangi Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) di Mataram. Mereka yang menggunakan puluhan truk menamakan dirinya sebagai Masyarakat Sasak Cinta Damai, melakukan unjuk rasa ke Polda NTB untuk memberikan dukungan kepada Rektor IKIP Mataram Lalu Said Ruhpina. Selain itu juga meminta polisi tidak menyeret Said turut sebagai tersangka kasus IKIP berdarah terbunuhnya mahasiswanya M Ridwan, 22 Agustus oleh para preman yang dipekerjakan sebagai tenaga pengaman kampus.
Dalam orasinya mereka meminta agar tidak sampai menggeret sesepuh-sesepuh Sasak dalam kasus ini. ”Kalau ini terjadi maka kami akan turun lagi dalam jumlah 10 kali lipat ke Polda,” teriak massa dalam orasinya.
Hampir bersamaan, sekitar 300 massa dari civitas akademika IKIP Mataram berjalan long march 2 KM dari kampus menuju Polda NTB. Mereka juga menyuarakan yang sama, agar polisi tidak menyeret rektor sebagai tersangka. ”Kami datang untuk meminta penjelasan pasti soal penanganan kasus ini. Sebab di media massa dilansir Rektor jadi tersangka,”kata Cukup Wibowo, pimpinan rombongan IKIP Mataram.
Sejumlah perwakilan massa kemudian ditemui Direktur Reskrim Polda NTB Komisaris Besar Pol I Gusti Ngurah Raharja Subiakta. Tapi pertemuan itu tertutup bagi wartawan. Sedangkan yang lain tetap berorasi di depan Polda NTB. Massa kemudian bubar setelah pertemuan usai.
Kepada wartawan, usai pertemuan, Kabid Humas Polda NTB AKBP HM Basri menjelaskan, Polisi tetap pada sikap menegakan hukum. “Keterangannya ya sama seperti yang sudah disampaikan Direskrim kemarin. Kami tidak akan terintervensi tekanan dari mana pun,” tukasnya.
Sebelumnya polisi memang mengeluarkan pernyataan resmi tentang status rektor IKIP dalam kasus ini. HL Said Ruphina dinilai terkait peluang terjadi bentrokan dengan cara mengeluarkan surat tugas pengamanan kampus untuk 66 orang yang disebut mahasiswa sebagai preman.
Saat ini polisi sudah menetapkan 9 orang tersangka dalam kasus IKIP Mataram. 6 diantaranya terlibat pembunuhan M Ridwan, 22 tahun dalam kemelut penyopotan pejabat rektor lama Faturrahim dan seluruh pejabat pembantu rektor dan dekan. Dua orang terlibat pengeroyokan Mustakim, mahasiswa IKIP, dan satu lagi yang disebut-sebut sebagai aktor intelektual. Polisi belum secara terus terang menyebut nama Said.
Kendati unjuk rasa kemarin berjalan tertib, namun polisi tetap menurunkan satu satuan setingkat kompi Brimob NTB untuk menjaga Mapolda NTB.(supriyantho khafid)


