MATARAM - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB) Brigjen Pol Wawan Hendrawan meminta dihentikannya pelaksanaan pemerataan tanah untuk pembangunan bandara internasional Lombok di Desa Tanak Awu Lombok Tengah. Permintaan tersebut setelah terjadinya bentrok antara warga pro bandara dengan bekas pemilik lahan yang menganggap pembebasan tanahnya masih bermasalah.
Wawan Hendrawan mengemukakan permintaan tidak dilanjutkannya pemerataan tanah bandara tersebut selepas buka puasa bersama di kediamannya, di Mataram, Sabtu (7/10) petang. ”Agar permasalahan yang ada diselesaikan terlebih dahulu,” ujarnya sewaktu ditemui wartawan. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama PT Persero Angkasa Pura I harus menyelesaikan terlebih dahulu agar bentrokan antar sesama warga berbekal senjata tajam tidak berlarut-larut terjadinya.
Selama tiga hari terakhir, sejak Kamis (5/10) malam, terjadi bentrokan yang dipicu tindakan warga pro bandara anggota Tim 11 bentukan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang menjemput seorang warga kelompok bekas pemilik lahan Mulkan dan dibawa ke Polres Lombok Tengah di Praya. Tindakan tersebut berakibat rumah anggota Tim 11 Lalu Wirapati dilempari batu, Jum’at (6/10) dini hari. Selanjutnya terjadi saling serang antar warga hingga Sabtu (7/10) sore. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Hanya saja kelompok Tim 11 menjadikan sasaran wartawan yang dilarang meliputnya hingga seorang diantaranya mengalami memar akibat lemparan batu.
Wawan Hendrawan menyatakan polisi tidak ikut campur dalam pengamanan proyek bandara tersebut. Dikatakannya bahwa ada kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dengan PT Angkasa Pura I yang menanganinya, selama tidak ada masalah pengamanan. ”Jadi pengamanan memang bukan oleh polisi,” ujarnya sewaktu dipertanyakan hanya ada lima orang polisi berpakaian dinas dan lainnya berpakaian biasa sewaktu terjadinya bentrok.
Seperti dikatakan oleh Kepala Kepolisian Resort Lombok Tengah Ajun Komisaris Besar Ruslan, polisi tidak menduga kalau akan terjadi bentrok antar warga tersebut. Ia sendiri, sehari Sabtu (7/10) berada di Mataram menghadiri serah terima jabatan di Polda Nusa Tenggara Barat. ”Peristiwa ini tidak terduga terjadinya. Di sana yang disiapkan anggota dari polsek setempat,” katanya.(supriyantho khafid)


