MATARAM - Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel Art Supriyatno mewaspadai adanya gejala penyebaran faham komunisme di Nusa Tenggara Barat (NTB). Indikasinya diantaranya penyusupannya melalui pendirian partai politik tertentu yang masih gurem dan gerakan mahasiswa yang dalam aksi demonstrasinya menuntut dibubarkannya komando territorial.
Menurutnya, penyebaran kembali faham komunisme itu dilakukan melalui partai yang tidak disebutkan namannya namun nuansanya kekiri-kirian. Adanya wacana untuk membubarkan komando teritorial yang merupakan indikasi mengarah kepada komunisme. ”Kami sudah mengindikasikannya ada dari rapat-rapat yang diadakan,” ujar Supriyatno selesai upacara peringatan hari ulang tahun TNI ke-61 di lapangan umum Mataram, Kamis (5/10) pagi.
Sebagai tengara, dikatakannya keinginan untuk membubarkan Kodam, Korem, Kodim dan Babinsa (Bintara Pembina Desa) yang di tingkat paling bawah untuk mengamankan masyarakat agar tidak terkontaminasi ideologi komunis. ”Karena strateginya Mao Tse Tung itu kan desa mengepung kota,” ujarnya.
Karena itu, Suprayitno mengemukakan kewajiban penuh dan sangat peduli terhadap masalah kemungkinan menyebarnya kembali komunisme di NTB. Utamanya menolak tuduhan pembubaran komando teritorial yang dituduh menghambur-hamburkan anggaran belanja Negara. ”Anggaran dari mana dihambur-hamburkan,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi terpengaruhnya masyarakat, melalui Babinsa agar mewaspadai bahaya laten komunis yang tetap melekat ada. Sebab, faham komunis diakuinya tidak pernah mati dan pada waktunya sesuai perhitungannya akan bergerak.(supriyantho khafid)


