MATARAM - Sebulan pulang dari Malaysia sebagai TKI, Musran, 27 tahun, warga Batu Kumbung Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat menjadi linglung. Selama tiga hari menghilang dari rumahnya, kedapatan berada di atas pohon kelapa setinggi 20 meter di dusun Punikan – dusun sebelah kampung Batu Kumbung.
Proses evakuasi Musran tidak mudah karena cukup lama harus dibujuk agar bersedia turun. Kemudian melibatkan sekitar 50an warga setempat di kampung Punikan, berjarak 700 meter dari Batu Kumbung, polisi dibantu mahasiswa pencinta alam Universitas Mataram berhasil mengevakuasi Musran Senin (18/9) dinihari, sekitar pukul 02.00 Waktu Indonesia Tengah.
Amaq Irun, paman Musran mengatakan, keponakannya memang agak terganggu ingatan setelah pulang sebagai TKI dari Malaysia, sebulan lalu. Di Malaysia Musran bekerja di ladang kelapa sawit. Waktu pulang dia menjelaskan kehilangan semua uang dan barang bawaan. Dia kelihatan stres. Terus dia sempat hilang. ”Ternyata dia di pohon itu. Kata orang sudah tiga hari dia disana, ” kata Amaq Irun.
Ia baru bisa dievakuasi setelah pihak keluarganya melaporkan ke Polsek Lingsar, Minggu (17/9) malam. Pihak keluarga langsung mengantarkan Musran untuk dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Selagalas Mataram untuk dirawat.
Kapolsek Lingsar Ajun Inspektur Satu Samsul Rizal menjelaskan bahwa Musran dikabarkan hilang sejak 12 hari lalu. Ternyata ia kemudian ditemukan sebagai orang yang tidak dikenal memanjat kelapa di kampung Punikan. ”Dia tidak mau turun. Karena laporan itu kami cek ternyata benar, dia Musran yang sedang dicari keluarganya,” ujarnya.
Musran diduga mengalami stres karena ketidak berhasilannya untuk kedua kalinya sebagai TKI di Malaysia. Pria berbadan kurus itu sewaktu pertama kali bekerja di Malaysia, berhasil membangun rumah. Tetapi dalam kepergiannya sebagai TKI yang kedua kalinya, tidak menghasilkan. Malahan mengaku kehilangan uang dan barang bawaannya.
Direktur Yayasan Panca Karsa Endang Susilowati mengemukakan kasus TKI terganggu ingatan cukup banyak terjadi di Lombok. Yayasan Panca Karsa Mataram, mencatat sedikitnya ada 80 kasus terganggu dan hilang ingatan sepanjang 2006 ini. Dua bulan lalu telah mengantarkan empat orang TKI yang hilang ingatan ke Rumah Sakit Jiwa. ” Penyebabnya hampir sama, mereka stres karena menjadi TKI tidak menghasilkan apa-apa,” ucap Endang.(supriyantho khafid)


