Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Monday, 11 September 2006 • SENI BUDAYA

MATARAM - Ketua Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Jaya Suprana menyatakan Gebyar Kolaborasi Gendang Beliq dan Bala Ganjur berhasil memecahkan rekor terbesar diikuti 5.500 sekehe di Mataram, Ahad (10/9) petang. Ini adalah kolaborasi musik tradisional Sasak dan Bali yang pertama dalam jumlah banyak bertema Indahnya Kebersamaan. Para peserta memainkan alat musiknya dalam pagelaran yang berlangsung selama 20 menit. Suara gendang silih berganti dengan alat musim tradisional lainnya membahana di seputar Gelong Olah Raga 17 Desember di Mataram.

Sebanyak 32 kelompok Gendang Beliq terdiri 4.670 sekehe (orang) dan 31 kelompok Bala Ganjur terdiri 830 sekehe memainkan musik tradisional yang sama-sama sebagai pengantar prajurit berangkat dan pulang perang pada zaman dahulu. ”MURI menyatakan berhasil memecahkan rekor,” ujarnya sebelum menyerahkan piagam MURI kepada penggagas acara Dewan Kerajinan Nasional Daerah Nusa Tenggara Barat (Dekranasda NTB), dan Pemerintah Propinsi NTB selaku pendukung bersama PT HM Sampoerna.

Hadir pada acara tersebut, Presiden Direktur PT HM Sampoerna Martin G King yang mengenakan sapuk di kepala selain kain kereng menutup celana panjangnya di bagian bawah bersama Managing Director Sampoerna Indonesia Angky Camaro.

Menurut Jaya Suprana, prestasi pemecahan rekor MURI tersebut lebih baik dari tahun 2006 lalu yang diikuti 4.000 sekehe gendang beliq saja. ”Kali ini pelaksanaannya lebih baik dilengkapi oleh prosesi adatnya,” ucapnya sewaktu dimintai pendapatnya oleh LombokNews.Com. Ada 9 orang gadis Putri Rinjani yang diusung menggukan Juli – berupa kursi yang masing-masing dipukul oleh 4 orang. Selain adanya pasukan berkuda membawa bendera 9 kabupaten dan kota se NTB.

Acara ini dimulai dengan prosesi Pemeras gong untuk keselamatan seniman peserta gebyar. Pemeras Gong adalah merupakan suatu bentuk Pendodoq (penggugah) Sasak terhadap perangkat kesenian dengan membaca bacaan yang bersifat magis berupa mantra yang dimulai dengan menyebut nama Tuhan (Basmallah) dan sekaligus memohon perlindungan serta sebagai pengikat batin dengan perangkat kesenian itu sendiri dengan para sekehe.

Dipimpin oleh seorang Belian Pemeras yang dimulai dari pembacaan mantra, mamaq (makan sirih) selanjutnya dilakukan Besembeq diikuti dengan Begolam (menyiram) Gong dengan menggunakan air dari ceretan (kendi ) yang terbuat dari tanah atau ceret kuning. Kelengkapan lainnya adalah buah kelapa kering, dan satu ekor ayam betina yang mendara (akan bertelur) disertai besek berisi beras, telur ayam kampong, benang stokel, lekos leker (sirih) dan uang pengganti kepeng bolong sebanyak Rp225 yang bermakna sembilan. kemudian gong dipukul tiga kali oleh Belian secara pelahan. Seterusnya acara baru dimulai setelah barisan Putri Rinjani menyerahkan pemukul gong kepada Gubernur NTB Lalu Serinata.

Kemeriahan gebyar kolaborasi ini diselingi tari Kamput oleh Sanggar Pade Girang Batu Kumbung Kecamatan Lingsar Lombok Barat dan kesenian Genggong dari Desa Seau Kecamatan Narmada juga Lombok Barat.

Untuk keperluan gebyar kolaborasi ini melibatkan peralatan gendang beliq Sasak yang setiap kelompoknya terdiri dari 2 gendang, 1 petuk tari, 2 reong, 7 ceng-ceng, 1 oncer, 1 petuk penyela, 1 suling dan 2 gong. Sedangkan setiap kelompok Bala Ganjur Bali memainkan 6 reong, 2 gong, 1 kempul, 2 gendang, 1 tawaq, 7 ceng-ceng, 1 suling, 12 kempul dan 1 bende. Peralatan gendangnya berbeda ukuran besar dan kecil.

Menurut Ketua Dekranasda NTB Baiq Adnin Serinata, kegiatan spektakuler ini adalah bagian lain sesuai tugas lembaga yang dipimpinnya. Bukan hanya membina para pengrajin saja. ”Memadukan dua budaya ini adalah bentuk indahnya kebersamaan,” ucapnya. Sedangkan Gubernur NTB Lalu Serinata yang menyatakan mendukung dilakukannya atraksi kolaborasi ini demi untuk membina karakter bangsa. ”Saya anggap penting pembinaan karakter bangsa setelah adanya reformasi,” katanya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
» PETANI TEMBAKAU VIRGINIA LOMBOK MINTA MINYAK TANAH
01/05/2009 12:38 pm | 1 Comment
» INDONESIA DILECEHKAN INTERNASIONAL
01/05/2009 02:00 am | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge